Semesta Meminta Takdir

Semesta Meminta Takdir

 

Hai,

Baimana kabarmu?

Sebuah pertanyaan klasik yang masih membutuhkan jawaban..

Kabarku tentu baik-baik saja,

Setelah perpisahan kala itu…

 

Jangan tanya tentangku,

Seribu rencana telah aku tuliskan ditakdirku,

Jika Tuhan mengizinkan…

Jangan tanya pula tentang luka dahulu,

Kini membekas entah ia akan tetap basah,

Atau akan mengering dengan berjalannya waktu…

 

Aku menyesal,

Jika waktu bisa diputar seribu tahun lagi,

Aku akan tetap memilihmu sebagai seseorang yang mendewasakanku

Aku beruntung kala itu

YA?

Berkatmu, akua ada dititik ini…

Gembira atas takdir yang Tuhan izinkan untukku..

Meraih hal yang tak aku bayangkan sebelumnya…

 

Mari mengganggap,

Bahwa pertengkaran kita yang lalu adalah sebuah jalan

Dan takdir adalah milik kita terpisah..

 

Hai,

Baimana kabarmu.

Hanya sebuah pertanyaan dengan tanda titik.


 Selasa, 15 Desember 2020

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan

Puisi "Titik"

Senja dan Cerita~