Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

TAKDIR HARI INI

  TAKDIR HARI INI   Memilikimu tak terlintas dalam benakku Menyayangimu adalah milik hatiku Serta mencintaimu adalah takdir Tuhan untukku Namun, Jika kau masih tak merasa, Apakah aku harus menyerah?   Jika aku boleh meminta, Bisakah kau memberikan takdirmu untukku? Seperti halnya takdirku yang aku serahkan untukmu.. Jika aku boleh memilih, Bisakah aku mendapatkan semua doa sujudmu untukku? Seperti halnya lirih air mataku menyebut namamu..   Jika semua hal yang aku lakukan tak membuatmu merasa cukup, Bagaimana takdir turut meng-amin-kan. Jika hanya aku sendiri  yang membawa  tiang, Bagaimana akan seimbang? Jika hanya aku saja yang membangun, Bagaimana kita akan terikat?       Hari ini adalah titik, Titik terendah dalam inginku, Titik terendah dalam AMIN-ku, Titik terendah dalam lirih air mataku, Ku hentikan takdir indahku bersamamu Memilikimu tak terlintas dalam benakku Menyayangimu adalah milik hatiku Serta mencintaimu adalah takdir Tuhan unt...

Semesta Meminta Takdir

Semesta Meminta Takdir   Hai, Baimana kabarmu? Sebuah pertanyaan klasik yang masih membutuhkan jawaban.. Kabarku tentu baik-baik saja, Setelah perpisahan kala itu…   Jangan tanya tentangku, Seribu rencana telah aku tuliskan ditakdirku, Jika Tuhan mengizinkan… Jangan tanya pula tentang luka dahulu, Kini membekas entah ia akan tetap basah, Atau akan mengering dengan berjalannya waktu…   Aku menyesal, Jika waktu bisa diputar seribu tahun lagi, Aku akan tetap memilihmu sebagai seseorang yang mendewasakanku Aku beruntung kala itu YA? Berkatmu, akua ada dititik ini… Gembira atas takdir yang Tuhan izinkan untukku.. Meraih hal yang tak aku bayangkan sebelumnya…   Mari mengganggap, Bahwa pertengkaran kita yang lalu adalah sebuah jalan Dan takdir adalah milik kita terpisah..   Hai, Baimana kabarmu. Hanya sebuah pertanyaan dengan tanda titik.  Selasa, 15 Desember 2020