Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

TAKDIR HARI INI

  TAKDIR HARI INI   Memilikimu tak terlintas dalam benakku Menyayangimu adalah milik hatiku Serta mencintaimu adalah takdir Tuhan untukku Namun, Jika kau masih tak merasa, Apakah aku harus menyerah?   Jika aku boleh meminta, Bisakah kau memberikan takdirmu untukku? Seperti halnya takdirku yang aku serahkan untukmu.. Jika aku boleh memilih, Bisakah aku mendapatkan semua doa sujudmu untukku? Seperti halnya lirih air mataku menyebut namamu..   Jika semua hal yang aku lakukan tak membuatmu merasa cukup, Bagaimana takdir turut meng-amin-kan. Jika hanya aku sendiri  yang membawa  tiang, Bagaimana akan seimbang? Jika hanya aku saja yang membangun, Bagaimana kita akan terikat?       Hari ini adalah titik, Titik terendah dalam inginku, Titik terendah dalam AMIN-ku, Titik terendah dalam lirih air mataku, Ku hentikan takdir indahku bersamamu Memilikimu tak terlintas dalam benakku Menyayangimu adalah milik hatiku Serta mencintaimu adalah takdir Tuhan unt...

Semesta Meminta Takdir

Semesta Meminta Takdir   Hai, Baimana kabarmu? Sebuah pertanyaan klasik yang masih membutuhkan jawaban.. Kabarku tentu baik-baik saja, Setelah perpisahan kala itu…   Jangan tanya tentangku, Seribu rencana telah aku tuliskan ditakdirku, Jika Tuhan mengizinkan… Jangan tanya pula tentang luka dahulu, Kini membekas entah ia akan tetap basah, Atau akan mengering dengan berjalannya waktu…   Aku menyesal, Jika waktu bisa diputar seribu tahun lagi, Aku akan tetap memilihmu sebagai seseorang yang mendewasakanku Aku beruntung kala itu YA? Berkatmu, akua ada dititik ini… Gembira atas takdir yang Tuhan izinkan untukku.. Meraih hal yang tak aku bayangkan sebelumnya…   Mari mengganggap, Bahwa pertengkaran kita yang lalu adalah sebuah jalan Dan takdir adalah milik kita terpisah..   Hai, Baimana kabarmu. Hanya sebuah pertanyaan dengan tanda titik.  Selasa, 15 Desember 2020    

Khong Guan di Sudut Ruang~

Khong Guan Termenung dan duduk sendiri Khong Guan peristiwa yang telah terjadi Meratapi seorang ibu tersenyum Bersama kedua putra putri Memberikan secangkir entah teh atau kopi Dan menikmati kue yang telah dihidangi Mereka semua berpakaian rapi Tak tampak seorang ayah menemani Hal sederhana yang mungkin bisa dipelajari Bahwa hidup tak mesti harus dilengkapi Kadang... Kita memang harus berjuang sendiri Mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini.. Menikmati bersama orang-orang sekitar saat ini.. Mau tak mau Suka tidak suka Roda waktu kehidupan tetap berjalan sampai semilyar detik lagi, mungkin.. Sayatan luka yang ada dalam hatimu kini Jangan kau siasati sendiri.. Biarlah ia sembuh dan menyembuhkan sendiri Akan ada hari, di mana engkau akan seperti ibu khong guan tadi.. Menerima takdir dan ilahi.. Widya Ayu~ 2020, June...