Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Senja dan Cerita~

Senja  Ku lihat awan saat ini, ia masih sama seperti kemarin.. Gelap dan warnanya kelabu… Bedanya kau tak bersamaku saat ini, seperti kemarin… Ku pandangi sekali lagi, kini bercampur dengan warna merah namun masih kelabu… Samanya kau memang tak bersamaku saat ini, seperti hari ini… Kemarin.. Meski awan berwarna kelabu, tetap indah jika bersamamu.. Menikmati awan bersama, dengan berbicara hal yang membuatku bahagia.. Bukan kemarin, tapi dulu.. Dulu sekali,……………… Saat kau pernah membuatku bahagia… Bahagia? Sekarang sudah senja, kau membiarkanku kembali sendirian.. Menkmati awan yang kelabu sendirian, hingga senja datang… Aku kesepian, lelah bersabar, menunggumu kembali datang.. Lelah, jangan? Senja datang…

ketika itu aku melihat senyum terakhirmu dibalik kain yang menutupi seluruh tubuhmu. Percayalah, tak ada perwakilan kata yang dapat mengungkapkan bagaimana sayangnya aku terhadapmu~

Rindu Rindu itu berat, dan aku sedang   rindu.. Terbayang akan wajahmu, Terbayang akan dirimu yang selalu memanjakanku, Terbayang akan kelemahanmu yang tak pernah bisa menolak keegoisanku menginginkan sesuatu, Lagi-lagi aku rindu.. Rindu setiap hal kecil yang terkadang aku abaikan darimu, Dari pengorbananmu, kasih sayangmu, dan senyummu ketika melihatku gerak bibirku tersenyum, Bisakah waktu di putar kembali? Jika Tuhan berkehendak, aku akan memutarnya kembali.. Melakukan semuanya semilyar kali lagi... Biar saja aku egois, Aku ingin beribu-ribu kali lagi berada di posisi yang sama, Seperti kemarin Di saat seperti ini tak ku bayangkan, Di saat kau masih berbicara banyak tentang masa depanku, mengkhayalkanku memakai toga dan menemani sisa usiamu.. Disaat aku banyak bercerita bagaimana bahagianya aku memilikimu Di saat itu juga aku lengah dan Tuhan menjemputmu meninggalkan aku.. Aku rindu, Ayahku..

aku tak lagi berpuisi, hanya sedikit ungkapan hati. Selamat menikmati~

22.20 Ketika raga tak lagi terasa.. Ketika hati tak lagi menyimpan rindu… Ketika cinta telah terasa semu… Dan tak ada sepercik kebahagiaan yang terbelenggu… Tak ada yang dapat ku euforiakan malam ini… Bukan karena aku angkuh dan berdusta   dengan yang telah kita lalui selama ini, Karena memang tak ada hal yang dapat aku ingat dan ku putar kembali… Tak ada senja, tak ada angin yang berhembus, hanya ada hujan yang tak kau suka (aku akan selalu ingat).. Aku benci ketika aku menginginkan hal yang sama seperti ‘kebanyakan wanita lain’.. Aku benci ketika aku merasakan   berbeda dengan mereka… Maafkan aku yang terkadang menjadi pembenci ini… 22.20, aku benci telah bercerita denganmu..! wa~

Jika kau masih saja membandingkan puisi A dan Puisi B. bearti kau tidak mengenal tentang konsep perbedaan. Ini hanya pendapatku, terserah bagaimana pendapatmu. Tenang, aku juga pasti akan menghargai.

Jeda Maafkan aku yang selalu mengganggumu Menunggu kabar darimu seakan prioritas bagiku Egoisnya aku ketika aku tak mendapat kabar darimu.. Aku sudah berusaha untuk tidak, rindu~ Ya rindu.. Seakan rindu menggerogoti hati dan pikiranku Seakan aku harus selalu tau keberadaanmu.. Seakan kau hidup hanya untukku… kau juga harus tahu.. Rindu juga kadang mengangguku.. Rindu juga kadang menyiksaku... Rindu tak bertoleransi didalam hati dan pikiranku dan masih banyak keberengsekan rindu yang tak bisa aku ungkapkan di sini.. Maafkan aku yang tak bisa mengendalikan diri dan hati ini Maafkan segala ucapanku yang selalu berkata rindu.. Maafkan Aku yang mengganggu waktu bahkan pekerjaanmu.. Kita berjeda saja dulu.. Membei ruang untuk rindu merasakan akibatnya~ wa~