ketika itu aku melihat senyum terakhirmu dibalik kain yang menutupi seluruh tubuhmu. Percayalah, tak ada perwakilan kata yang dapat mengungkapkan bagaimana sayangnya aku terhadapmu~


Rindu
Rindu itu berat,
dan aku sedang  rindu..
Terbayang akan wajahmu,
Terbayang akan dirimu yang selalu memanjakanku,
Terbayang akan kelemahanmu yang tak pernah bisa
menolak keegoisanku menginginkan sesuatu,

Lagi-lagi aku rindu..

Rindu setiap hal kecil yang terkadang aku abaikan darimu,
Dari pengorbananmu, kasih sayangmu, dan senyummu ketika melihatku gerak bibirku tersenyum,
Bisakah waktu di putar kembali?
Jika Tuhan berkehendak, aku akan memutarnya kembali..
Melakukan semuanya semilyar kali lagi...

Biar saja aku egois,
Aku ingin beribu-ribu kali lagi berada di posisi yang sama,
Seperti kemarin
Di saat seperti ini tak ku bayangkan,
Di saat kau masih berbicara banyak tentang masa depanku,
mengkhayalkanku memakai toga dan menemani sisa usiamu..
Disaat aku banyak bercerita bagaimana bahagianya aku memilikimu
Di saat itu juga aku lengah dan Tuhan menjemputmu meninggalkan aku..
Aku rindu, Ayahku..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan

Puisi "Titik"

Senja dan Cerita~